Apa itu bilangan heksadesimal dan biner?
Sistem biner adalah basis-2. Sistem ini hanya menggunakan dua digit: 0 dan 1.
Sistem heksadesimal berbasis-16. Sistem ini menggunakan angka 0–9 dan huruf A, B, C, D, E, dan F, di mana A bernilai 10 dan F bernilai 15.
Hexadesimal adalah cara yang ringkas untuk menulis data biner karena satu digit hexadesimal mewakili tepat empat bit biner.
Cara mengonversi heksadesimal ke biner
Untuk mengonversi heksadesimal ke biner, ganti setiap digit heksadesimal dengan ekuivalen biner empat bitnya. Kemudian gabungkan kelompok-kelompok tersebut.
1 = 0001
B = 1011
7 = 0111
E = 1110
1B7E₁₆ = 1101101111110₂
Leading zeros biasanya dihapus dari nilai biner akhir kecuali jika nilainya harus sesuai dengan format lebar tetap.
Tabel pencarian hex ke biner
Setiap digit heksadesimal dipetakan ke satu kelompok biner empat bit. Hal ini membuat konversi lebih cepat daripada mengonversi melalui desimal terlebih dahulu.
0=0000 1=0001 2=0010 3=0011
4=0100 5=0101 6=0110 7=0111
8=1000 9=1001 A=1010 B=1011
C=1100 D=1101 E=1110 F=1111
Sebagai contoh, hex FF menjadi 11111111 karena F dipetakan ke 1111 dan kedua kelompok tersebut digabungkan.
Penggunaan umum dari heksadesimal dan biner
Biner digunakan secara internal oleh sistem digital. Heksadesimal sering digunakan oleh manusia untuk membaca dan menulis data yang sama dengan lebih ringkas.
Anda sering akan melihat heksadesimal dalam alamat memori, kode mesin, bitmask, titik kode Unicode, nilai warna web, checksum, dan alat debug.
Aturan input
- Gunakan digit 0–9 dan huruf A–F untuk input heksadesimal.
- Huruf kecil diterima dan secara otomatis dinormalisasi menjadi huruf besar.
- Prefiks opsional seperti 0x didukung.
- Angka bulat didukung. Pecahan sengaja tidak dikonversi oleh alat ini.