Apa itu bilangan biner dan desimal?
Sistem biner adalah basis-2. Sistem ini hanya menggunakan dua digit: 0 dan 1.
Sistem desimal adalah sistem bilangan berbasis-10 yang digunakan sehari-hari. Sistem ini menggunakan sepuluh digit: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
Biner merupakan dasar dalam komputasi karena sirkuit digital merepresentasikan informasi dengan dua keadaan, yang umumnya dijelaskan sebagai mati/hidup atau 0/1.
Cara mengonversi biner ke desimal
Untuk mengonversi biner ke desimal, kalikan setiap digit biner dengan pangkat dari 2. Digit paling kanan menggunakan 20, digit berikutnya menggunakan 21, lalu 22, dan seterusnya.
1101001₂ = 1×2⁶ + 1×2⁵ + 0×2⁴ + 1×2³ + 0×2² + 0×2¹ + 1×2⁰ = 105₁₀
Ini berarti biner 1101001 sama dengan desimal 105.
Cara mengubah desimal ke biner
Untuk mengonversi desimal ke biner, bagi secara berulang angka desimal tersebut dengan 2 dan catat setiap sisanya. Hasil binernya adalah sisa-sisa yang dibaca dari bawah ke atas.
179 ÷ 2 = 89 sisa 1
89 ÷ 2 = 44 sisa 1
44 ÷ 2 = 22 sisa 0
22 ÷ 2 = 11 sisa 0
11 ÷ 2 = 5 sisa 1
5 ÷ 2 = 2 sisa 1
2 ÷ 2 = 1 sisa 0
1 ÷ 2 = 0 sisa 1
Hasil: 10110011₂
Jadi desimal 179 dikonversi ke biner 10110011.
Pecahan biner dan penggunaan praktis
Konverter ini berfokus pada konversi bilangan bulat yang tepat. Pecahan biner juga memungkinkan: digit setelah titik biner mewakili 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, dan seterusnya.
Biner muncul dalam pemrograman, jaringan, format file, bitmask, izin, elektronik digital, dan debugging tingkat rendah. Untuk keterbacaan, nilai biner panjang sering dikelompokkan atau dikonversi ke heksadesimal.
Aturan input
- Gunakan hanya 0 dan 1 untuk input biner.
- Gunakan angka 0–9 untuk input desimal.
- Angka bulat didukung. Pecahan sengaja tidak dikonversi oleh alat ini.
- Bilangan bulat negatif didukung, seperti -1010 atau -10.