Apa itu bilangan heksadesimal dan desimal?
Sistem desimal adalah sistem bilangan berbasis-10 yang digunakan sehari-hari. Sistem ini menggunakan sepuluh digit: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
Sistem heksadesimal berbasis-16. Sistem ini menggunakan digit desimal 0–9 ditambah huruf-huruf A, B, C, D, E, dan F, di mana A bernilai 10 dan F bernilai 15.
Hexadesimal banyak digunakan dalam komputasi karena satu digit heksadesimal mewakili tepat empat bit biner. Hal ini membuat nilai biner yang panjang menjadi lebih pendek dan mudah dibaca.
Cara mengonversi hex ke desimal
Untuk mengonversi heksadesimal ke desimal, kalikan setiap digit heksadesimal dengan pangkat dari 16. Digit paling kanan menggunakan 160, digit berikutnya menggunakan 161, lalu 162, dan seterusnya.
1B7E₁₆ = 1×16³ + 11×16² + 7×16¹ + 14×16⁰ = 7038₁₀
Ini berarti heksadesimal 1B7E sama dengan desimal 7038.
Cara mengonversi hex ke biner
Untuk mengonversi heksadesimal ke biner, ganti setiap digit heksadesimal dengan ekuivalen biner empat bitnya. Kemudian gabungkan kelompok-kelompok tersebut.
1 = 0001
B = 1011
7 = 0111
E = 1110
1B7E₁₆ = 1101101111110₂
Leading zeros biasanya dihapus dari nilai biner akhir kecuali jika nol tersebut diperlukan untuk format dengan lebar tetap.
Penggunaan umum dari heksadesimal
Hexadesimal umum digunakan dalam pemrograman, debugging, alamat memori, titik kode Unicode, kode warna, checksum, dan inspeksi file biner.
Sebagai contoh, nilai warna pada web sering menggunakan notasi heksadesimal. Warna #FF0000 mewakili merah, di mana FF adalah saluran merah dan sama dengan desimal 255.
Aturan input
- Gunakan digit 0–9 dan huruf A–F untuk input heksadesimal.
- Huruf kecil diterima dan secara otomatis dinormalisasi menjadi huruf besar.
- Prefiks opsional seperti 0x didukung.
- Angka bulat didukung. Pecahan sengaja tidak dikonversi oleh alat ini.